Langsung ke konten utama

Sistem Pelumasan pada Alat Berat Hydraulic Excavator Caterpillar 320D oleh - alatberatvolvo.site

Halo sahabat selamat datang di website alatberatvolvo.site , pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Sistem Pelumasan pada Alat Berat Hydraulic Excavator Caterpillar 320D oleh - alatberatvolvo.site , kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca Timing gear memutarkan gear type oil pump (tanda panah). Oil pump selanjutnya mensirkulasikan oli ke seluruh bagian engine untuk menyediakan pendinginan, membersihkan, melindungi, melakukan sealing , dan melumasi. Perawatan yang benar pada lubrication system sangat penting untuk kelangsungan kerja engine . Dari pompa oil selanjutnya oli mengalir menuju spin-on oil filter (tanda panah). Sama seperti air filter maka oil filter harus dirawat dengan baik. Oil filter yang tersumbat dapat menaikan tekanan di ruang antara pompa dan filter . Saat tekanan oli diantara pompa dan oil filter naik sampai mencapai batas tertentu yang telah ditentukan maka bypass valve yang terdapat didalam

Mengenal Air Cooler dan Water Cooler pada Hidrolik Alat Berat oleh - alatberatvolvo.site

Halo sahabat selamat datang di website alatberatvolvo.site, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Mengenal Air Cooler dan Water Cooler pada Hidrolik Alat Berat oleh - alatberatvolvo.site, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Sistem Pendingin pada Alat Berat
Semua fluida yang digunakan pada mesin alat berat, menyerap dan membawa panas yang dihasilkan komponen seperti pompa dan silinder. Fluida harus mengalir sebanyak mungkin menuju sisi pembuangan panas pada reservoir sebelum oli masuk kembali kedalam pompa.

Beberapa desain sistem tidak memungkinkan pemindahan fluida yang memadai ke reservoir, umumnya pada line hidrolik yang panjang dari rod end silinder. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan panas dan oksidasi fluida pada segment sirkuit yang terisolasi dan menyebabkan kerusakan fluida dan komponen. Pada sistem seperti ini, desain yang dibuat adalah dengan mengalirkan oli menuju oil cooler.

Penurunan efisiensi karena terbentuknya panas dapat terjadi pada semua sistem hidrolik. Meskipun sistem hidrolik didesain sebaik mungkin, masih tetap terjadi kehilangan input tenaga sebesar 20 % akibat terbentuknya panas. Reservoir hidrolik terkadang tidak sanggup untuk membuang semua panas yang timbul dan pada kasus ini digunakan cooler. Bahkan sistem yang dirancang dengan baikpun masih dapat menghasilkan panas sekitar 20% dari keseluruhan power tenaganya.

Cooler pada alat berat dibagi menjadi dua, yaitu: air cooler dan water cooler. Berikut ini penjelasannya:

Air Cooler
Pada subuah cooler udara (air cooler), fluida dipompakan melalui pipa yang dipasang fin. Untuk membuang panas, udara ditiupkan pada tube dan fin oleh sebuah kipas. Cara kerjanya sama dengan cara kerja radiator automobile. Cooler udara (air cooler) umumnya digunakan dimana air tidak tersedia atau terlalu mahal.

Water Cooler
Cooler air (water cooler) pada dasarnya terdiri dari sekelompok pipa didalam selubung logam . Pada cooler ini, fluida sistem hidrolik, biasanya dipompa melewati selubung hidrolik sistem dan melewati pipa yang didalamnya dialiri air pendingin.

Cooler disebut juga shell-and-tube type heater exchanger. Alat ini bernama pengganti panas (heat exchanger) karena selain didinginkan, fluida hidrolik juga dapat di panaskan menggunakan peralatan ini dengan mengalirkan air panas didalam tube.

Pendingin dalam Sirkuit
Cooler selalu memiliki batas kemampuan beroperasi pada tekanan rendah (150 PSI). Oleh karena itu, cooler ditempatkan pada bagian sistem yang memiliki tekanan rendah. Jika tidak memungkinkan, cooler dapat dipasang dengan sistem sirkulasi sendiri.

Untuk meyakinkan gelombang tekanan dibagian dalam line tidak merusak cooler tipe shellâ€" dan â€"tube, maka cooler dipasang pada sistem secara parallel dengan dilengkapi sebuah check valve 65 PSI. Cooler dapat ditempatkan pada return line sistem, setelah relief valve,atau pada line case drain variable volume pressure compensated pump.

Iso Symbol Fluid Conditioner
Simbol umum yang digunakan untuk fluid conditioner adalah diamond seperti terlihat pada gambar di atas. Beberapa tipe berbeda simbol fluida conditioner dapat dibuat dengan melakukan sedikit perubahan atau penambahan terhadap simbol dasar ini.

Lambang pertama adalah filter atau strainer yang ditunjukkan dengan garis putus-putus vertikal di dalam simbol. Garis ini menunjukkan media penyaring dimana fluida atau gas akan mengalir. Separator dengan manual drain di gambarkan dengan garis horizontal dibagian bawah diamond.

Bagian pada simbol menunjukkan ruang terpisah untuk mengendapkan air dari bahan bakar. Garis pendek yang memanjang dari bagian bawah simbol menunjukkan saluran pembuangan manual (manual drain). Pembuangan otomatis akan ditunjukkan dengan penambahan tanda “V” dibawah garis horizontal seperti ditunjukan pada simbol paling bawah dari gambar diatas. Simbol sebelah kanan merupakan kombinasi filter separator dangan pembuangan (drain) manual dan otomatis. Gambar sebelah kanan di atas filter separator merupakan simbol sirkuit oli cooler yang dapat berupa tipe cooler udara dan cooler air.

Itulah tadi informasi dari idn poker terpercaya mengenai Mengenal Air Cooler dan Water Cooler pada Hidrolik Alat Berat oleh - alatberatvolvo.site dan sekianlah artikel dari kami alatberatvolvo.site, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Manajemen Alat Berat yang Harus Diterapkan untuk Kesuksesan Kerja oleh - alatberatvolvo.site

Halo sahabat selamat datang di website alatberatvolvo.site , pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar 5 Manajemen Alat Berat yang Harus Diterapkan untuk Kesuksesan Kerja oleh - alatberatvolvo.site , kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca Untuk bisa memperoleh keuntungan yang diharapkan tentu saja pemilik alat berat harus melakukan manajemen terhadap unit yang mereka miliki. Serangkaian aktivitas dan proses manajemen tersebut hendaknya selalu berpedoman pada tiga strategi pokok yang menjiwai seluruh proses manajemen yang dilakukan. Ketiga hal tersebut adalah: Rancang dan operasikan alat agar selalu konsisten memenuhi target produksi dan dengan biaya yang seoptimum mungkin. Ini adalah marupakan strategi dasar bagi semua kegiatan produksi. Dalam hal manajemen alat berat memenuhi target produksi mengandung pengertian bahwa pemilik alat harus selalu membuat rencana produksi yang realistis sesuai dengan kapasitas produksi alat

Fungsi Pilot Manifold pada Alat Berat beserta Klasifikasinya oleh - alatberatvolvo.site

Halo sahabat selamat datang di website alatberatvolvo.site , pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Fungsi Pilot Manifold pada Alat Berat beserta Klasifikasinya oleh - alatberatvolvo.site , kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca Fungsi pilot manifold adalah tempat pembagian aliran pilot sesuai dengan sistemnya dan juga tempat solenoid-solenoid yang banyak dipakai pada Caterpillar 320D ini. Letak pilot manifold ini ada di bagian bawah dari pada control valve , sehingga kita harus membuka cover bagian bawah untuk melihat manifold valve nya. Sirkuit pilot dapat diklasifikasikan sesuai dengan fungsinya yaitu: Sistem power shift pressure Sirkuit pilot control valve Sirkuit straight travel valve Swing parking brake Boom priority Swing priority Automatic travel speed change . Itulah tadi informasi dari idn poker mengenai Fungsi Pilot Manifold pada Alat Berat beserta Klasifikasinya oleh - alatberatvol

Jenis Oli Hidrolik dan Oli Mesin pada Alat Berat oleh - alatberatvolvo.site

Halo sahabat selamat datang di website alatberatvolvo.site , pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Jenis Oli Hidrolik dan Oli Mesin pada Alat Berat oleh - alatberatvolvo.site , kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca 2 jenis oli yang digunakan pada alat berat adalah: OIi mesin ( engine oil ) Oli Hidrolik ( hydraulic oil ). 1. Oli Mesin ( Engine Oil ) Oli mesin mempunyai kekentalan yang dinyatakan dalam SAE ( Society of Automotive Engineering ) dimana makin besar angkanya berarti oli mesin tersebut semakin kental. Misalnya SAE 10, SAE 20, SAE30 dll. Selain diklasifikasikan menurut kekentalannya, oli mesin jugs diklasifikasikan menurut penggunaan dan mutunya. Klasifikasi ini dinyatakan dalam API ( American Petroleom Institute ), dimana urutanya menggunakan abjad dari A dst. Semakin menjauhi A berarti oli semakin baik, contoh: Untuk diesel engine digunakan klas CA, CB, CC, CD Untuk gasoline e